Sabtu, 16 Juli 2016

Anyang-anyangan, Riwayatmu Dulu…

0


Halo guys!
Hari ini saya mau berbagi pengalaman saya ketika saya terkena anyang-anyangan. Sudah pernah dengar? Jadi, anyang-anyangan adalah GEJALA INFEKSI SALURAN KEMIH! Oke saya caps agar terlihat dramatis. Hehe maafkan.
Cerita ini dimulai kira-kira sepuluh tahun yang lalu ketika saya masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar. Saat itu, jam istirahat sekolah. Seperti biasa, setelah jajan di kantin, saya dan kawan-kawan berkumpul untuk bermain lompat tali. Sudah menjadi ritual bersama untuk kami bermain setiap jam istirahat sekolah. Hayooo siapa yang dulu juga suka main lompat tali? Saya sukaaa banget main itu. Saya lumayan jago loh main lompat talinya. Itu dulu ya. Kalo sekarang sih, paling main komputer sambil mendekam di kamar. Biasa, anak kuliahan banyak tugas. Oke, balik ke cerita ya. Saking asyiknya bermain, saya sampai menghiraukan panggilan alam. Maklum, saya dulu bandel, suka nahan pipis. Alhasil, sampai bel masuk kelas berbunyi, saya masih belum sempat ke kamar mandi. Karena pelajaran berikutnya pelajaran favorit saya (matematika), saya bela-belain untuk tidak ijin ke kamar mandi. Karena tersisa satu pelajaran lagi setelah matematika, dan kebetulan durasi pelajarannya cukup singkat, saya memutuskan untuk pipis di rumah saja karena tanggung.
Setelah bel pulang sekolah berbunyi, saya cepat-cepat membereskan barang-barang saya dan langsung berlari pulang ke rumah. Rumah saya memang dekat dengan sekolah. Jaraknya sekitar 200 meter saja. Jadi, saya berangkat dan pulang sekolah jalan kaki. Setelah sampai rumah, saya langsung menginvasi kamar mandi dengan masih memakai seragam sekolah.
Saat itu saya merasakan nyeri yang tidak main-main di sekitar saluran kemih. Anehnya lagi, saya terus merasa kebelet pipis tapi tidak keluar cairan urin sama sekali meskipun saya ngeden berulang-ulang (><). Bisa dibilang, kebelet pipis gaib. Karena masih kecil dan tidak sanggup menahan sakit, saya pun menangis. Iya, saya dulu cengeng, maklum masih anak-anak. Masih cupu (padahal sampai sekarang tetap cupu). Saya pun mengadu ke mama saya kalo saya susah buang air kecil. ︿
Mama saya, yang memiliki naluri emak-emak menyeramkan alami pun memarahi saya habis-habisan setelah mendengar cerita saya menahan pipis di sekolah. Sial sekali, sudah jatuh tertimpa tangga. Mama saya juga melarang saya main lompat tali lagi, dengan mengatakan bahwa saya terkena “anyang-anyangan” gara-gara keseringan lompat-lompat. Walaupun sedih, saya yang masih kecil dan mudah tercuci otaknya itu hanya bisa nurut. Saya takut dikutuk jadi batu jika membantah titah yang mulia Mama. Mama saya juga menyuruh saya istirahat berbaring dengan posisi kaki sejajar dengan tembok dan badan membentuk sudut 90 derajat, mirip pose orang yang sedang melakukan yoga. Bisa dibayangkan? Nah kira-kira posisinya seperti ini:

Dalam kondisi seperti itu, saya yang baru pertama kali mendengar kata “anyang-anyangan” pun berpikir, apakah itu anyang-anyangan. Saya takut jika anyang-anyangan adalah penyakit serius seperti yang biasa ditayangkan di sinetron dan besok saya akan mati. Saya amat takut kala itu. Sungguh pemikiran yang sangat dangkal dari anak berusia 9 tahun. Seharian tersiksa dengan posisi 90 derajat, saya pun merasa bersyukur setelah bagian dalam selangkangan saya tidak terasa sakit lagi. Saya sudah sembuh, begitu pikir saya. Namun ternyata saya salah, saya masih belum bisa pipis. (_)
Esok paginya, saya diantar Mama ke rumah sakit untuk memeriksakan diri. Dokter bilang, saya terkena gejala infeksi saluran kemih. Karena itu, saya harus mengonsumsi obat dan saya disarankan untuk istirahat di rumah selama beberapa hari. Menyedihkan. Dokter juga bilang, saya tidak boleh menahan pipis lagi ke depannya. Beberapa hari kemudian, saya sudah bisa masuk sekolah kembali dan melihat teman-teman saya bermain. Iya, saya hanya bisa melihat saja karena saya sudah berjanji ke Mama untuk tidak main lompat tali. (;;)
            Semenjak hari itu, saya cukup trauma dan tidak mau berurusan lagi dengan si anyang-anyangan ini. Kebetulan, beberapa minggu yang lalu, saat sedang browsing saya menemukan info tentang obat anyang-anyangan di internet. Namanya Prive Uri-Cran. Imut ya namanya. Obat ini sudah tersedia di apotek terdekat kok. Sebenarnya cukup penasaran juga sama si Prive Uri-Cran ini. Sebagai survivor anyang-anyangan, saya rencananya mau beli ini buat jaga-jaga karena kadang-kadang sampai sekarang saya masih suka nahan pipis. Ckck. Belum kapok juga hah? Ke laut aja sana mbak! Oke itu memang kebiasaan buruk, jangan ditiru ya guys.
Sekarang, saya mau bagi sedikit info ya. Prive Uri-Cran ini terbuat dari buah ekstrak Cranberry. Sebagai penyuka yang manis-manis, saya wajib coba ini pokoknya. Apalagi menurut akun Facebook Officialnya, dikatakan kalo si Prive Uri-Cran ini bisa diminum untuk mencegah anyang-anyangan. Jadi tidak perlu menunggu anyang-anyangan dulu baru bisa diminum. Nah terus, si Prive Uri-Cran ini bukan antibiotik yang akan menimbulkan resistensi, jadi aman saudara-saudara.

Prive Uri-Cran tersedia dalam varian kapsul dan serbuk kemasan sachet. Pokoknya besok harus coba yang serbuk. Harus! Tuh liat, gambarnya segar banget kan! Untuk yang mau kepo-kepo tentang si doi, bisa kunjungi akun Facebook Officialnya disini ya guys.
Sekian share pengalaman saya. Saran dari saya, jangan keseringan nahan pipis dan minum air putih yang banyak ya guys. Minum air putih itu penting banget loh. Sumpah! Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk pencegahan, yuk siap sedia Prive Uri-Cran di rumah. Terima kasih untuk yang sudah mampir. Semoga harimu menyenangkan! ()


https://www.facebook.com/priveuricran